Kembali ke Berita

Poltevara Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi Bersama Empat SMK di Batam

Poltevara Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi Bersama Empat SMK di Batam

MOU Poltevara dengan Empat SMK di Batam


Batam, 20 Agustus 2026 — Politeknik Inovasi Nusantara (Poltevara) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang terintegrasi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Batam, yaitu SMK Negeri 7 Batam, SMK Negeri 8 Batam, dan SMK Negeri 9 Batam serta SMK Negeri 3 Batam.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun kolaborasi yang lebih komprehensif antara Poltevara dan sekolah menengah kejuruan, khususnya dalam meningkatkan kompetensi siswa dan guru agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan teknologi.
Melalui MoU tersebut, Poltevara dan ketiga SMK sepakat untuk mengembangkan berbagai bentuk kerja sama di bidang pelatihan dan pengembangan kompetensi siswa serta guru, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
Ruang lingkup kerja sama tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan pendukung yang dibutuhkan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Mendorong Kelas Industri dan Kelas Sertifikasi
Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan kelas industri dan kelas sertifikasi. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang mereka miliki.

Kelas industri akan menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, Poltevara, dan mitra industri untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan permasalahan nyata di lapangan. Sementara itu, kelas sertifikasi diarahkan untuk membekali siswa dengan kompetensi yang dapat dibuktikan melalui sertifikasi sesuai bidang keahlian.

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh ijazah pendidikan formal, tetapi juga memiliki portofolio kompetensi dan sertifikasi yang dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.


Menjembatani SMK dan Perguruan Tinggi.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk membangun jalur pendidikan yang lebih terintegrasi antara SMK dan perguruan tinggi. Kompetensi yang diperoleh siswa melalui pembelajaran, pelatihan, kelas industri, maupun sertifikasi diharapkan dapat menjadi bagian dari rekam kompetensi yang dapat digunakan dalam proses rekognisi pembelajaran sebelumnya dan pengakuan Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai dengan ketentuan dan mekanisme akademik yang berlaku di perguruan tinggi.
Dengan demikian, siswa SMK memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan proses yang lebih relevan, terarah, dan berbasis pada kompetensi yang telah mereka peroleh sebelumnya.

“Kami ingin membangun hubungan antara SMK dan perguruan tinggi bukan hanya dalam bentuk kerja sama administratif, tetapi menjadi sebuah ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan. Siswa sejak di SMK sudah dapat memperoleh pengalaman industri, kompetensi, dan sertifikasi yang nantinya menjadi bekal ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ujar Arseto H.P sebagai Wakil Direktur III Poltevara.

Poltevara memandang kolaborasi dengan SMK sebagai bagian penting dari penguatan pendidikan vokasi di Batam. Sebagai kota industri, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis, kompetensi terukur, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi terus meningkat.

Melalui kerja sama dengan SMK Negeri 3, SMK Negeri 7, SMK Negeri 8, dan SMK Negeri 9 Batam, Poltevara berharap dapat memperluas akses siswa dan guru terhadap program peningkatan kompetensi sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan, industri, dan perguruan tinggi.

Ke depan, kerja sama tersebut akan dikembangkan melalui berbagai program konkret, mulai dari pelatihan guru, pelatihan siswa, kelas industri, kelas sertifikasi, pengembangan program akademik dan non-akademik, hingga kegiatan lain yang mendukung peningkatan kompetensi dan kesiapan kerja peserta didik.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Poltevara untuk turut berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia vokasi yang kompeten, adaptif, tersertifikasi, dan siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.

Berita Lainnya

Baca juga